Ikhtisar:Harga saham ULTJ melonjak 13% sebelum pengumuman resmi akuisisi Frisian Flag Rp14,57 triliun. Netizen menuding ada kebocoran informasi. Ini faktanya.

Saham PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) melonjak 13% pada 15 September — tiga hari sebelum pengumuman resmi akuisisi PT Frisian Flag Indonesia (FFI) senilai Rp14,57 triliun dirilis ke publik pada 18 September.
Akun X @aditoss (6.182 pengikut) menuding ada asimetri informasi: pihak tertentu sudah “pesta” duluan sebelum undangan dicetak.
Tudingan itu ramai diperbincangkan — 587 like, 143 retweet, 55 komentar dalam 22 jam. Intinya satu: harga dan volume ULTJ bergerak abnormal sebelum keterbukaan informasi resmi, dan ritel baru masuk setelah berita keluar.
Daftar isiKronologi yang Dituding Janggal
Akun @aditoss merinci linimasa yang dianggap mencurigakan:
- 11 September: Surat rencana aksi korporasi dikirim ke OJK.
- 15 September: Harga & volume ULTJ mendadak melonjak abnormal (+13%). BEI bertanya “ada apa?”, emiten menjawab formalitas “tidak tahu”.
- 18 September (13:50 WIB): Keterbukaan informasi akuisisi Rp14,57 triliun baru resmi rilis ke publik.
- 18 September (puncak): Ritel sempat mendorong harga ke Rp2.190, sementara pihak yang tahu duluan (sell on news) membuat harga kempes ke Rp2.060.
Postingan itu juga menantang otoritas: lacak akun yang net buy tidak wajar sebelum pengumuman, cari sumber bocoran — apakah dari internal perusahaan, dari KJPP/KAP, atau dari kalangan bursa sendiri. UU P2SK disebut “jangan jadi pajangan doang”.
Fakta Akuisisi: Rp14,57 Triliun, Inbreng, dan Rights Issue Rp16,92 T
Akuisisi FFI oleh ULTJ terkonfirmasi lewat keterbukaan informasi yang dirilis Jumat (18/9/2026). CNBC Indonesia memberitakan nilai inbreng mencapai Rp14,57 triliun, dilakukan melalui skema penyetoran modal dalam bentuk selain uang (inbreng), dibarengi penerbitan saham baru ULTJ.
Skemanya: ULTJ menerbitkan maksimal 7,88 miliar saham baru (Kontan mencatat 7,87 miliar) dengan harga pelaksanaan HMETD Rp2.150 per saham. Total rights issue mencapai Rp16,92-16,93 triliun. Sekitar 86,01% dana — setara Rp14,56-14,57 triliun — dipakai untuk mengambil alih 100% saham FFI.
FFI saat ini dimiliki FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH) 78,09%, Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd. (BWG) 16,91%, dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa (BWI) 5%. Setelah transaksi, FCIH menjadi pengendali baru ULTJ dan wajib melakukan mandatory tender offer (MTO) atas saham publik.
Siapa Diuntungkan, Siapa Terdilusi
Konsekuensi paling terasa bagi pemegang saham lama: dilusi. DealStreetAsia menghitung jika hanya FCIH, BWG, dan BWI yang melaksanakan seluruh HMETD, kepemilikan Sabana Prawirawidjaja sebagai pengendali ULTJ terdilusi dari 53,17% menjadi 32,19%. FCIH bakal menguasai 30,81%.
Bagi pemegang saham publik yang tidak melaksanakan HMETD, potensi dilusi maksimum mencapai 43,11%. Angka itu tertera dalam keterbukaan informasi perseroan.
Namun, tidak dilaksanakannya HMETD oleh publik tidak menghambat pengambilalihan FFI — transaksi dilakukan lewat inbreng saham, bukan lewat kas ritel.
Perbedaan Angka Antar Media
Beberapa angka berbeda antar media. CNBC Indonesia menulis 7,88 miliar saham baru; Bisnis.com dan IDXChannel menulis 7,87 miliar. Nilai rights issue juga bervariasi: Rp16,92 triliun (Kontan, Suara), Rp16,93 triliun (Kompas). Nilai akuisisi konsisten di Rp14,56-14,57 triliun.
Perbedaan kecil ini wajar untuk pembulatan, tapi perlu dicatat: belum ada satu pun media yang mengonfirmasi atau membantah tuduhan kebocoran informasi yang dilontarkan @aditoss. Semua pemberitaan baru sebatas melaporkan aksi korporasi itu sendiri.
Tuduhan Bocor: Belum Ada Verifikasi
Sampai berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari BEI, OJK, atau manajemen ULTJ mengenai tuduhan pergerakan harga yang tidak wajar. Postingan @aditoss adalah tuduhan sepihak — belum terverifikasi.
Yang bisa dipastikan dari data: harga ULTJ naik 13% pada 15 September, dan pengumuman resmi baru keluar 18 September. Antara 11 September (surat ke OJK) dan 18 September (keterbukaan), ada jeda tujuh hari. Apakah pergerakan itu kebetulan atau ada aliran informasi — itu yang belum terjawab.
Yang Bisa Dilakukan Investor Ritel
Jika Anda memegang saham ULTJ, ada beberapa hal yang bisa dicek:
- Pantau pengumuman BEI terkait unusual market activity (UMA) — jika BEI meminta klarifikasi, biasanya ada keterbukaan informasi tambahan dari emiten.
- Cek jadwal RUPSLB yang dijadwalkan 27 Oktober 2026 — di sinilah rencana rights issue dan akuisisi akan disetujui atau ditolak pemegang saham.
- Hitung posisi Anda: jika tidak berencana melaksanakan HMETD, potensi dilusi maksimum 43,11% — angka ini resmi dari keterbukaan informasi perseroan.
- Pantau MTO: FCIH wajib melakukan tender offer atas saham publik setelah transaksi selesai. Harga dan jadwal MTO belum diumumkan.
Untuk tuduhan kebocoran informasi, investor bisa mengawal lewat kanal pengaduan OJK. UU P2SK memberikan kewenangan pengawasan dan penegakan hukum di pasar modal — apakah akan dipakai, itu tergantung otoritas.
Sumber Informasi
- Postingan X @aditoss
- CNBC Indonesia: ULTJ Beli Frisian Flag Rp14,6 T
- Bisnis.com: Susu Ultra (ULTJ) Akuisisi Frisian Flag Rp14,6 Triliun
- Kontan English: Indonesia's ULTJ Plots Rp16.9 Trillion Rights Issue
- Kompas.com: ULTJ Siapkan Rights Issue Rp16,93 Triliun
- DealStreetAsia: Ultrajaya plans $821m acquisition of Frisian Flag Indonesia
- IDXChannel: Ultrajaya (ULTJ) Siapkan Rights Issue Jumbo
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.