Gangguan Pasokan Energi Kerek Proyeksi Minyak, Brent Diprediksi Sentuh $107
Harga minyak mentah diproyeksikan melonjak pada kuartal kedua dengan acuan Brent diperkirakan mencapai $107 per barel akibat hambatan logistik di kawasan Teluk.
简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Ikhtisar: Ada yang 1.000%

Inflasi Turki Gila-gilaan
Saat ini terdapat banyak negara yang tengah dilanda inflasi. Tentunya tingkat inflasi di tiap negaranya berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Melansir dari situs World Population Review, dalam dunia ekonomi, inflasi adalah sebuah keadaan yang di mana harga barang dan jasa mengalami kenaikan secara terus menerus.
Inflasi dapat naik dan turun dengan cepat tergantung pada kondisi ekonomi dan langkah-langkah yang dipilih pemerintah untuk mengendalikan atau melawannya.
Inflasi sangatlah terhubung dengan prinsip-prinsip ekonomi penawaran dan permintaan dan dapat dilihat secara positif atau negatif tergantung pada situasi spesifik dan tingkat perubahan.
Misalnya, sejumlah kecil inflasi biasanya dipandang sebagai sinyal bahwa ekonomi suatu negara sedang tumbuh dan penduduknya memiliki pendapatan yang memadai, keduanya merupakan hal yang baik.
Namun, inflasi berlebih terjadi ketika harga naik lebih cepat dari upah, menyebabkan mata uang kehilangan nilainya. Nilai satu unit mata uang (dolar, euro, dll.) menjadi kurang dari sebelumnya dan daya beli mata uang negara tersebut menurun.
Sebaliknya, inflasi yang terlalu kecil juga dapat menjadi indikasi yang meresahkan bahwa perekonomian suatu negara sedang stagnan dan tidak cukup banyak orang yang memiliki pekerjaan yang cukup. Lantas negara mana saja yang tengah menghadapi tingkat inflasi tertinggi di dunia?
Berikut daftar 10 negara dengan tingkat inflasi tertinggi di dunia:
1. Venezuela - 1198.0%
2. Sudan - 340.0%
3. Lebanon - 201.0%
4. Syria - 139.0%
5. Suriname - 63.3%
6. Zimbabwe - 60.7%
7. Argentina - 51.2%
8. Turkey - 36.1%
9. Iran - 35.2%
10. Ethiopia - 33.0%
Sebagai informasi, data tersebut diambil pada Januari 2022. Dengan demikian tingkat inflasi dari negara-negara di atas bisa saja meningkat/turun tergantung pada kebijakan yang tengah diambil negara-negara tersebut.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.

Harga minyak mentah diproyeksikan melonjak pada kuartal kedua dengan acuan Brent diperkirakan mencapai $107 per barel akibat hambatan logistik di kawasan Teluk.

Analis Rabobank merevisi naik target harga minyak Brent dan WTI menyusul berlanjutnya gangguan pasokan di Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga di pasar fisik.

Disrupsi rantai pasokan di kawasan Teluk memicu revisi ke atas proyeksi harga minyak mentah **Brent** dan **WTI**, mencerminkan premi risiko dari ketatnya ketersediaan energi fisik.

Rabobank merevisi naik proyeksi harga minyak mentah secara signifikan akibat krisis pasokan global di kawasan Teluk, dengan harga Brent diperkirakan rata-rata mencapai $107 per barel pada kuartal kedua 2026.